Meme bukan sekadar hiburan, tetapi tanda tanya besar tentang sejauh mana bangsa ini mampu mengikis mental feodal dan membangun budaya demokrasi yang bermartabat. Revolusi mental tidak akan berhasil tanpa penegakan hukum yang adil dan masyarakat yang berani menuntut pertanggungjawaban.
Jika pejabat gagal menjadikan meme sebagai bahan introspeksi, masyarakat tidak boleh berhenti menggunakan satire sebagai alat kontrol sosial. Namun lebih dari itu, suara rakyat harus difasilitasi dalam sistem yang transparan dan berkeadilan, agar mental feodalisme benar-benar tergantikan oleh budaya demokrasi yang jujur dan beradab.(*)
Referensi
-
Anwar, Rosihan. 2010. “Inlander Dinilai.” Kompas, 4 Desember.
-
Hulst, Wischer. 1980. Becakrijders, Hoeren, Generaals en andere Politici.
-
Tempo. 2025. “Kronologi Demo Memprotes DPR hingga Meluas Berubah Penjarahan.” 31 Agustus.
-
Transparency International. 2024. Corruption Perceptions Index 2024.
✍️ Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti
Instagram: @novita.kebangsaa
CP Pembelian Buku: 0895-2001-8812
