Peristiwa

Nenek Igo, Perempuan yang Memilih Sunyi di Hutan Gunung Tompotika

Bagi Nenek Igo, kawasan tempatnya tinggal bukan sekadar hamparan pepohonan. Ia menyebutnya sebagai hutan leluhur, tempat yang menyertai perjalanan hidupnya selama puluhan tahun.

Di balik kalimat sederhana itu, tersimpan kisah seorang perempuan yang tumbuh dan menjalani kehidupannya di tengah hutan Gunung Tompotika.

Mengungsi ke Gunung Tompotika

Perjalanan Nenek Igo di kawasan hutan tersebut bermula sejak ia masih kecil. Menurut kisah yang dituturkan dalam dokumenter, orang tuanya membawa Nenek Igo mengungsi ke Gunung Tompotika ketika ia masih balita, sekitar dekade 1950-an.

Masa itu dikaitkan dengan situasi keamanan di Kecamatan Bualemo, ketika pergolakan yang berhubungan dengan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) memengaruhi kehidupan masyarakat.

Dalam keadaan tersebut, keluarga Nenek Igo berpindah ke kawasan pegunungan. Hutan Tompotika kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak usia dini.

Dari masa kecil di tengah situasi pengungsian hingga menjalani kehidupan sebagai perempuan tua, kisah Nenek Igo terhubung dengan kawasan yang kini disebutnya sebagai hutan leluhur.

Bagikan: