Peristiwa

Nenek Igo, Perempuan yang Memilih Sunyi di Hutan Gunung Tompotika

Nenek Igo, perempuan yang memilih menjalani kehidupan di tengah hutan Gunung Tompotika, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menyimpan kisah panjang tentang pengungsian, kehidupan di alam liar, dan ikatan dengan tanah leluhur. Sosok yang dikenal dengan julukan “Sang Penjaga Alam Tompotika” ini diperkenalkan melalui dua seri dokumenter kanal YouTube Banggai Basudara, masing-masing bertajuk Nenek Igo: Sang Penjaga Alam Tompotika dan Nenek Igo: Survivor Gunung (Lipu) Tompotika. Melalui kedua dokumenter tersebut, BanggaiPost mengingatkan kembali kisah ini.

Laporan: Parlin Yusuf | BANGGAIPOST.COM


Di tengah lebatnya hutan Gunung Tompotika, jauh dari hiruk-pikuk permukiman, seorang perempuan tua menjalani hari-harinya di sebuah pondok sederhana. Pepohonan mengelilinginya. Bahan-bahan dari alam menjadi bagian dari kehidupannya. Di tempat itulah Nenek Igo bertahan, menjalani kehidupan yang telah lama akrab dengannya.

Ketika ditemui di pondoknya, Nenek Igo tampak duduk tenang sambil mengisap rokok. Rambutnya memutih, wajahnya menyimpan jejak usia, tetapi sorot matanya tetap tajam. Ia kemudian menyampaikan sebuah pesan dalam bahasa Saluan, singkat namun tegas.

“Aku monjaga’i lipu. Hutan leluhur. Jangan dirusak.”

Artinya, “Saya menjaga hutan ini, hutan leluhur. Jangan dirusak.”

Bagikan: