2021 – Harnaaz Sandhu (India): advokasi kesehatan mental dan pesan self-love. Ia sempat menderita Celiac Disease, gangguan autoimun yang membuat tubuh tidak bisa mencerna gluten. Hal ini berdampak pada kenaikan berat badan dan tekanan publik, tetapi justru menguatkan advokasinya tentang penerimaan diri.
2022 – R’Bonney Gabriel (Amerika Serikat): fashion berkelanjutan dan inklusivitas.
2023 – Sheynnis Palacios (Nikaragua): kesehatan mental dan pemberdayaan pemuda.
2024 – Victoria Kjaer Theilvig (Denmark): kesehatan mental, hak hewan, dan kepemimpinan perempuan.
Dari daftar tersebut terlihat jelas bahwa advokasi, konsistensi, dan pesan kuat menjadi kunci utama kemenangan.
Figur yang Menjadi “Queen di Hati Rakyat”
Menjadi Miss Universe bukan hanya soal mahkota, melainkan juga soal diterima dan dicintai oleh rakyatnya. Pia Wurtzbach menjadi simbol keberanian di Filipina. Sheynnis Palacios muncul sebagai figur revolusioner di Nikaragua. Demi-Leigh Nel-Peters berperan melawan diskriminasi sosial..
Media sosial pun menjadi barometer penting. Pemenang jarang menampilkan pesta miras atau unggahan sensual berlebih. Mereka konsisten memperlihatkan advokasi, kepedulian sosial, dan kehidupan sehari-hari yang sejalan dengan misi Miss Universe.
Cerita Inspiratif dari Berbagai Negara
