3. Evening Gown (20–25%)
Menilai elegansi, rasa seni, serta kemampuan menyampaikan identitas budaya melalui penampilan.
4. On-Stage Question (20%)
Menguji kecerdasan, kemampuan berbicara di bawah tekanan, dan kedalaman pemikiran. Pertanyaan biasanya terkait isu global seperti kesetaraan gender, perubahan iklim, hingga pemberdayaan perempuan.
5. Overall Impression & Advocacy (sisanya)
Termasuk voting publik melalui aplikasi resmi Miss Universe, serta advokasi kandidat dalam platform Voice for Change yang diluncurkan sejak 2023.
Proses ini menunjukkan bahwa MUO mencari kandidat dengan the complete package: percaya diri, autentisitas, kecerdasan, serta kemampuan membawa isu sosial ke panggung dunia.
Pemenang Miss Universe: 2015–2024
Setiap pemenang Miss Universe dalam satu dekade terakhir membawa cerita dan advokasi yang kuat:
2015 – Pia Wurtzbach (Filipina): advokasi HIV/AIDS dan self-acceptance.
2016 – Iris Mittenaere (Prancis): edukasi kesehatan gigi dan pencegahan kanker mulut.
2017 – Demi-Leigh Nel-Peters (Afrika Selatan): pertahanan diri melawan kekerasan berbasis gender.
2018 – Catriona Gray (Filipina): kesehatan mental anak dan kesadaran HIV.
2019 – Zozibini Tunzi (Afrika Selatan): kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan.
2020 – Andrea Meza (Meksiko): hak perempuan dan isu anti-kekerasan domestik.
