BANGGAIPOST LUWUK – Warga Kelurahan Kilongan meminta pihak terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang diduga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepada Banggaipost, salah seorang warga Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, Sapri, menyampaikan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan, pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap harga bahan pokok serta distribusi gas elpiji di pasaran.
“Menjelang puasa perlu adanya pemantauan harga, baik sembilan bahan pokok maupun penjualan gas elpiji 3 kilogram. Untuk menjaga harga tetap stabil, kami harapkan dinas terkait bisa melakukan sidak,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, harga elpiji 3 kilogram yang dijual di pasar maupun kios-kios kecil yang bukan agen resmi saat ini telah jauh melampaui ketentuan HET.
“Sejauh ini harga elpiji yang dijual di pasar maupun kios-kios itu berkisar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Ini sangat memberatkan masyarakat,” terangnya.
Menurutnya, kondisi tersebut memprihatinkan karena gas elpiji subsidi seharusnya dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah agar tidak membebani warga, terutama menjelang Ramadhan.
Karena itu, ia berharap pemerintah benar-benar memastikan harga elpiji tidak melampaui batas yang telah ditentukan.
“Apalagi di bulan suci Ramadhan, kebutuhan hidup otomatis meningkat. Kalau harga gas terus mahal, masyarakat makin kesulitan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, meskipun aturan sudah jelas melarang penjualan gas subsidi di atas HET, praktik tersebut masih terus terjadi.
“Tolong pemerintah melakukan tindakan tegas kepada penjual yang melampaui batas. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tutupnya. (Alin)












