BANGGAIPOST, LUKTAR – Krisis air bersih yang telah berlangsung hampir tiga bulan di Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, akhirnya memantik kemarahan warga. Merasa keluhan mereka tak pernah ditanggapi serius, sejumlah warga mendatangi Kantor Unit Pelayanan Air Minum Luwuk Utara untuk menuntut kejelasan.
Aksi warga bukan sekadar menyampaikan protes. Mereka bahkan membawa piring dan pakaian kotor sebagai simbol penderitaan yang harus mereka tanggung selama air tidak mengalir ke rumah-rumah mereka.
Kondisi ini dinilai sebagai potret buruk pelayanan air bersih di daerah tersebut. Warga menilai pihak terkait, khususnya PDAM, seolah lamban bahkan terkesan abai terhadap krisis yang menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Dalam video yang beredar di media sosial dari akun M Arsil, seorang warga Kilongan terlihat meluapkan kekecewaannya di kantor pelayanan air minum. Dengan nada tinggi, ia mempertanyakan keberadaan petugas yang dinilai tidak pernah muncul ketika masyarakat datang menyampaikan keluhan.
“Saya datang bukan dengan massa pendemo. Saya datang sendiri. Tapi mana kalian semua? Kenapa tidak ada yang berani menghadapi saya? Saya cuma mau tahu kapan air bisa jalan. Kasihan masyarakat, setiap hari harus beli air di depot, itu pun bayar lagi,” ujarnya dengan emosi.
