BANGGAIPOST MASAMA – Rencana pembangunan pelabuhan jetty untuk aktivitas pengangkutan batu gamping di Desa Ranga-Ranga, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, yang disebut akan dibangun oleh PT MPROS Darma Karya mulai memicu kekhawatiran masyarakat. Warga mendesak pemerintah tidak terburu-buru memberikan persetujuan sebelum seluruh potensi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dikaji secara menyeluruh.
Sorotan utama masyarakat tertuju pada keberadaan hutan mangrove yang berada di sekitar lokasi rencana pembangunan. Warga khawatir pembangunan jetty berpotensi mengganggu ekosistem pesisir yang selama ini menjadi benteng alami pantai sekaligus penopang kehidupan masyarakat.
Mangrove bukan sekadar deretan pepohonan di pesisir. Ekosistem ini berfungsi menahan abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan biota lainnya, sekaligus berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena fungsi strategis tersebut, keberadaan mangrove mendapat perlindungan dalam berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain isu lingkungan, masyarakat juga menyoroti keberadaan akses jalan umum di sekitar lokasi. Warga khawatir aktivitas keluar-masuk kendaraan pengangkut batu gamping maupun operasional pelabuhan nantinya dapat mengganggu mobilitas masyarakat apabila tidak diatur melalui perencanaan yang matang.
