HIPMI Banggai Laut Apresiasi Program 1 Juta per KK, Bukti Keberpihakkan Rusdy-Ma’mun

Adhy Put

 

Banggai Post,Balut -Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Cudy-Ma’mun) getol memberikan bantuan bagi masyarakat kurang mampu. Selain memaksimalkan sejumlah program bantuan sosial (Bansos) yang bersumber dari pusat, secara khusus Pemprov memiliki Program Bantuan Tunai (BT) bagi warga di Sulteng.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng Sitti Hasbia Zaenong mengatakan, penerima BT adalah warga kurang mampu yang berada di Desil 1 atau yang biasa disebut dengan kemiskinan ekstrim. Untuk tahun 2022 ini, Pemprov kata Sitti Hasbia telah menganggarkan sebanyak Rp. 10 Miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah. Sepuluh miliar tersebut nantinya akan dibagi ke 10 Ribu Rumah Tangga atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Jadi per KPM akan menerima Rp. 1 Juta. Program ini murni merupakan program Pemprov Sulteng,” tegas Sitti Hasbia, kepada awak media, Jumat (29/4/2022).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, meski pembagian BT pada tahap pertama belum suluruhnya KPM tercover pada daftar penerima, namun sesuai komitmen Gubernur Sulteng Rusdy Mastura semuanya akan dimasukkan di APBD-Perubahan 2022.

“Sesuai dengan instruksi gubernur bahwa beliau juga tak mau menunda sehingga warga yang belum tercover dari Rp. 10 miliar tersebut akan dicover di perubahan nanti. Karena berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial tahun 2020, jumlah rumah tangga miskin di Sulteng sebanyak 19.924 Kepala Keluarga (KK),

Hasbia menambahkan pula bahwa kriteria penerima program BT adalah mereka yang bukan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta bukan penerima Program Keluarga Harapan(PKH). Hal itu sesuai petunjuk teknis yang sudah dimintakan pendapat secara tertulis dari BPKP Perwakilan Sulteng.

Kepala Bidang Fakir Miskin Dinsos Sulteng, Zakir Dg Sutte menambahkan, saat ini proses pencairan BanTu ke seluruh kabupaten/kota sedang dilaksanakan melalui Bank Sulteng.

Ia meyakini BT tersebut sudah dapat diterima masyarakat sebelum hari raya Idul Fitri 1443 H.

Sementara itu, apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan salah satu pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banggai Laut, Adhi Put, atas langkah yang ditempuh pemprov Sulteng dalam mengentas kemiskinan di daerah.
Wakil Ketua Kemaritiman HIPMI Balut ini menuturkan, apa yang dilakukan Rusdy Mastura merupakan upaya dalam menunaikan janji politiknya selama kampanye pencalonan gubernur kemarin.

“Kita tahu bersama bahwa kondisi ekonomi kita memburuk pasca pandemi ,anggaran belanja daerah baik APBD dan APBN tumpuan pemulihan ekonomi paling bisa diandalkan. untuk itu butuh keberpihakan pemimpin dalam berkebijakan .
Selain Bantuan Tunai 1 juta 1 KK, program utama Sulteng Maju dan sejaterah dari Cudy-Ma’mun yakni soal pendidikan gratis dan meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan, dan itu sudah terasa hingga di pelosok sulteng ini, Cudi-mamun telah merealisasikan pendidikan gratis menengah atas lewat kebijak BOSDA (bantuan operasional sekolah Daerah)
Selain itu pemberian sarana pendidikan menengah atas yang terlihat tidak tanggung-tanggung,” urai Adhi Put.

Dirinya menjelaskan, salah satu langkah konkrit Pemprov dalam membangun pendidikan di Sulteng di antaranya pengalokasian anggaran sebesar Rp. 20 Miliar hanya untuk 11 SMA/SMK dan 1 SLB dibanggai laut.

“Kecamatan Banggai Selatan dibangunkan Unit sekolah baru dengan anggaran 3,5 miliar ditahun ini (2022).
Ini capaian yang luar biasa dan kesannya Cudi-mamun bukan pendendam politik. Balut sebagai kabupaten yang kalau dilihat secara perolehan suara pada pilgub 2020, adalah satu-satunya kabupaten yang pasangan Cudi -Ma’mun memperoleh kekalahan suara paling besar. Namun realitas yang ada terlihat dalam arah kebijakan anggaran pasangan ini lebih kearah pemerataan pembangunan yang berkeadilan.
Untuk itu kami atas nama pengurus HIPMI mengapresiasi atas kinerja Cudi-Ma’mun,” tutur Adhi Put.(jn)