Nilai anggaran proyek tercatat mencapai Rp1.600.380.000 dengan metode pelaksanaan swakelola oleh panitia sekolah. Pembangunan dimulai pada Agustus 2022 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember tahun yang sama.
Namun dalam perjalanannya, proyek itu sempat mengalami keterlambatan hingga melewati tahun anggaran. Pada awal Januari 2023, sejumlah bagian bangunan dilaporkan masih dalam tahap pengerjaan, termasuk pemasangan atap dan penyelesaian dinding. Proses finishing disebut baru berlangsung pada Maret 2023.
Anggaran tersebut diketahui tidak hanya digunakan untuk pembangunan RPS APHP di Desa Luok, tetapi juga mencakup pembangunan Laboratorium Biologi, ruang UKS, ruang OSIS, serta Laboratorium Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) di Desa Hunduhon.
Warga berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dana negara benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar siswa, khususnya pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktik lapangan.
โKalau memang sudah selesai dibangun, harusnya dipakai maksimal untuk siswa. Jangan sampai hanya bagus di awal lalu terbengkalai,โ kata warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Negeri 5 Luwuk Timur belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi maupun pemanfaatan bangunan praktik tersebut. Kepsek SMK Negeri 5 Luwuk Timur, I Nyoman Lendra yang coba dihubungi per telepon, Minggu (24/5/2026) tidak menjawab panggilan.(alin)
