Berita Utama

Gila! Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, Jauh Lebih Ganas dari Terik Sulawesi Tengah

BANGGAIPOST.COM, PALU – Warga Sulawesi Tengah mungkin sudah terbiasa merasakan cuaca panas saat musim kemarau. Bahkan di beberapa daerah, suhu siang hari bisa mencapai 35 hingga 37 derajat Celsius, sementara suhu tertinggi yang pernah tercatat di wilayah ini berkisar 38 derajat Celsius.

Namun, panas di Sulawesi Tengah ternyata masih belum seberapa dibandingkan gelombang panas ekstrem yang kini melanda Eropa.

Di sejumlah negara Eropa, suhu menembus 45,1 derajat Celsius dan telah memicu bencana kemanusiaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia akibat dampak gelombang panas sejak 21 Juni 2026.

Prancis menjadi negara dengan korban terbanyak, yakni sekitar 1.000 kematian berlebih (excess deaths). Mayoritas korban merupakan warga lanjut usia yang sangat rentan terhadap suhu ekstrem.

Gelombang panas tersebut juga memecahkan rekor di berbagai negara. Jerman mencatat suhu 41,7 derajat Celsius, Polandia 40,5 derajat Celsius, sementara Spanyol menjadi yang terpanas dengan suhu mencapai 45,1 derajat Celsius. Di Prancis sendiri, suhu mencapai 44,3 derajat Celsius, sedangkan Paris mencetak rekor Juni dengan 40,9 derajat Celsius.

Fenomena ini dipicu oleh heat dome atau kubah panas yang menjebak udara panas dari Gurun Sahara sehingga suhu terus meningkat selama beberapa hari.

Bagikan: