Berita Utama

Gila! Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, Jauh Lebih Ganas dari Terik Sulawesi Tengah

Dampaknya tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat. Rel kereta api melengkung akibat panas, jalan mengalami kerusakan, sekolah ditutup di Belanda, aktivitas luar ruangan dibatasi, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan di Spanyol dan Italia.

Studi cepat dari World Weather Attribution (WWA) menyebut gelombang panas Juni 2026 merupakan yang paling luas dan paling parah yang pernah tercatat di Eropa. Para peneliti menyimpulkan kejadian ini hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan gelombang panas masih berpotensi meluas ke Eropa Tengah dan Timur dalam beberapa hari ke depan.

Para ahli pun mendesak pemerintah di berbagai negara untuk memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan fasilitas pendingin di ruang publik, serta mempercepat upaya mitigasi perubahan iklim agar dampak bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.(RBP)


Catatan redaksi: Berdasarkan data klimatologi BMKG, suhu maksimum harian di Sulawesi Tengah umumnya berada pada kisaran 35–37°C, dan sesekali mendekati 38°C. Angka tersebut masih jauh di bawah suhu ekstrem yang kini melanda sejumlah wilayah di Eropa hingga 45,1°C.

Bagikan: