“Selama menerima bantuan ini, penghasilan yang saya dapatkan Rp.250 ribu, dari total seribu lebih bibit lele yang di budidayakan di kolam buatan, menggunakan bahan terpal dan kayu ukuran 3×4 meter. Sisanya mati karena tak terpenuhinya pakan dan vitamin,”ucapnya.
“Kolam saya sudah bongkar, bahan-bahan, seperti terpal, kayu dan papan saya masih simpan,”tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga menginformasikan, kondisi yang sama di alami rekan-rekan sesama penerima program di desa tersebut.
“Sama kondisinya, ikan mati karena tidak di dampingi instansi terkait,”ujarnya.
Pasca menggeluti usaha budidaya lele Program Satu Juta Satu Pekarangan bantuan Pemerintah Daerah, dirinyapun kembali berkebun.
“Saya kembali berkebun. Penghasilan selama 6 bulan budidaya lele cuma dapat Rp.250 ribu,”pungkasnya. (NS)
