Tentu, masyarakat tidak boleh menggunakan kelemahan pemerintah sebagai pembenaran untuk membuang sampah sembarangan. Tetapi tanggung jawab masyarakat dan kewajiban pemerintah bukanlah dua hal yang bisa saling menggugurkan. Warga harus disiplin; pemerintah harus memastikan sistemnya bekerja.
Teluk Lalong membutuhkan lebih dari sekadar imbauan. Ia membutuhkan pengelolaan yang jelas, pengawasan yang konsisten, penegakan aturan, dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Sebab, wajah sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh gedung, gemerlap lampu, atau ambisi pariwisatanya. Wajah itu juga ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengurus persoalan yang terlihat nyata di depan mata.
Jika Teluk Lalong terus dibiarkan menjadi tempat penumpukan sampah, pemerintah daerah perlu menjawab satu pertanyaan sederhana: apa gunanya regulasi, anggaran, dan kewenangan jika persoalan yang nyata di depan mata saja tidak mampu ditangani secara konsisten?
Jangan biarkan Teluk Lalong menjadi monumen kelalaian. Jangan pula biarkan kebanggaan terhadap daerah ini berhenti sebagai slogan, sementara wajahnya sendiri kita abaikan.(*)
