Mancanegara

Wabah Ebola Mengintai Kamp Pengungsi di Kongo, Krisis Air Bersih Perparah Penyebaran Virus

Wabah Ebola kembali menjadi ancaman serius di Republik Demokratik Kongo. Di tengah konflik bersenjata yang memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, virus mematikan itu kini menyebar di kamp-kamp pengungsian yang padat penduduk dengan kondisi sanitasi yang sangat memprihatinkan.

Dikutip dari laporan The New York Times yang ditulis Finbarr O’Reilly dan terbit pada 23 Juli 2026, situasi di Provinsi Ituri—pusat wabah Ebola—semakin mengkhawatirkan. Dalam satu kamp pengungsian saja, empat orang dilaporkan meninggal hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Keluarga korban bahkan diminta menguburkan jenazah sendiri karena petugas kamar mayat kewalahan menangani tingginya angka kematian. Sepanjang bulan tersebut, sedikitnya 19 orang meninggal di kamp yang sama, jauh di atas angka kematian normal.

Lebih dari satu juta warga yang mengungsi akibat kekerasan kini tinggal di kamp-kamp darurat yang tersebar di Provinsi Ituri. Tenda-tenda berdiri berhimpitan, sementara akses terhadap air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan sangat terbatas. Kondisi tersebut dinilai mempercepat penyebaran Ebola.

Meski pemerintah Kongo bersama berbagai organisasi kemanusiaan telah mengirimkan bantuan dan tenaga kesehatan sejak wabah resmi diumumkan pada Mei lalu, pengendalian penyakit masih menghadapi tantangan besar.

Bagikan: