SORTIR : Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Siti Fatimah Yaby bersama stafnya terus melakukan pemeriksaaan berkas guru-guru penerima Tunjangan Tambahan Guru PNS Non Sertifikasi. (FOTO MOHAMAD IKBAL/BANGGAI POST)
BANGGAI POST, BALUT– Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banggai Laut Wasto Tatadeng melalui kepala bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Siti Fatimah Yaby angkat terkait keterlambatan pencairan Tunjangan Tambahan Guru PNS Non-Sertifikasi. Kata Fatimah, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dari dinas.
“Banyak hal yang dikerjakan, setiap hari kita advokasi terus baik melalui zoom atau daring dan luring,” kata dia di ruang kerjanya, Jum’at (14/07).
Fatimah mengungkapkan, bahwa salah satu penyebab keterlambatan proses pencairan karena adanya perubahan kurikulum di tahun ajaran baru. Dari kurikulum K13 beralih ke Kurikulum Merdeka Belajar.
“Perubahan kurikulum di tahun ajaran baru ini, kami dikejar dengan waktu. Jadi setiap hari kita sosialisasikan, kita sampaikan baik melalui zoom ataupun lewat WA,” tutur Siti Fatimah.
“Apalagi ini sesuatu yang baru bagi guru-guru kita. Kurikulum baru merdeka belajar, menyusun modul ajar dan sebagainya,” tambahnya.
