Berita Utama

STEM ala Indonesia: “Science, Technology, Engineering, Meme”

Akhirnya lulusan-lulusan cemerlang itu justru terserap di perusahaan asing atau sekadar jadi konsultan proyek. Sementara yang meroket di dalam negeri adalah ilmu “komisiologi”—seni mendapatkan komisi dari setiap proyek SDA. Inilah masa ketika jargon paling populer bukan STEM, melainkan “asal bapak senang” dan “bapak/ibu komisi.”

Sarjana Luar Negeri: Dari Beasiswa ke Buzzer

Apa yang dilakukan para sarjana jebolan kampus top dunia? Banyak yang akhirnya bekerja di perusahaan dengan saham mayoritas asing, atau sibuk rebutan jabatan komisaris BUMN. Bukan karena prestasi, tapi karena koneksi.

Lebih parah lagi, banyak dari mereka berubah jadi gelandangan politik. Kerjaannya ribut di media sosial, bikin meme, jadi buzzer. Kalau bos yang didukung menang pilpres, langsung naik pangkat jadi staf ahli atau komisaris. Ironisnya, mereka lebih sering memproduksi hoaks dan gosip ala emak-emak komplek daripada jurnal riset. Inilah tragedi pendidikan tinggi Indonesia: dari beasiswa rakyat, hasilnya malah jadi konten kreator politik.

Matematika dan Fisika: Dari Saya ke Generasi Berikutnya

Bagikan: