Catatan Banggai Post
Editorial Tempo edisi 21 Juni 2026 mengangkat tema menarik: “Kongsi Retak Prabowo-Jokowi”. Menurut Tempo, hubungan politik yang selama ini terlihat harmonis mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Beberapa indikasi yang disorot antara lain semakin jarangnya pertemuan khusus antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, munculnya manuver politik berbagai kelompok menjelang Pemilu 2029, serta semakin aktifnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam berbagai agenda publik dan kunjungan daerah. Tempo melihat dinamika ini sebagai gejala bahwa kepentingan politik para elite mulai bergerak ke arah yang berbeda-beda.
Tema besar editorial tersebut sederhana: dalam politik, tidak ada koalisi yang benar-benar permanen. Hubungan yang terlihat solid hari ini bisa saja mengalami penyesuaian ketika kepentingan kekuasaan mulai berubah.
Membaca editorial itu, sebagian orang mungkin teringat pada pernyataan ekonom almarhum Faisal Basri sekitar dua tahun lalu. Dalam sebuah diskusi publik, ia pernah menggambarkan kemungkinan munculnya dua tekanan yang datang bersamaan: tekanan ekonomi dan konflik politik elite.
