Ditahun 2021 lanjut Kadis, progres pengajuan ternak Sapi Betina Produktif untuk di cover asuransi baru sekitar 200 peternak dari yang ditargetkan sebanyak 1000 peternak.
Lambannya progres pencapaian target itu disebabkan sejumlah problem. Pertama, Kurangnya sosialisasi pihak Asuransi Jasindo untuk meyakinkan masyarakat tentang pentingnya asuransi usaha ternak sapi,”Kami inginkan adalah adanya sinergitas terkait sosialisasi asuransi usaha ternak sapi. Sayapun kemana-mana menyempatkan waktu untuk mensosialisasikan pentingnya asuransi usaha ternak sapi. Begitupun di tingkat penyuluh hingga saat ini berperan aktif menggiatkan sosialisasinya,” tutur Kadis berharap
Selain minimnya sosialisasi yang dilakukan Pihak Asuransi Jasindo, problem selanjutnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asuransi usaha ternak sapi betina produktif, untuk meningkatkan populasi ternak.
Tidak hanya itu, masyarakatpun kerap merasa tidak ingin direpotkan untuk mengurus pengajuan asuransi ternak sapi mereka,”Terkadang masyarakat tidak mau ribet mengurus pengajuan asuransi ternak sapi. Padahal, petugas penyuluh selalu siap membantu peternak yang ingin mengasuransikan usaha ternak sapi mereka,”ujarnya
Meski diperhadapkan dengan sejumlah kendala di lapangan, Kadispun terus bekerja keras dengan menempuh sejumlah terobosan untuk mensukseskan program ini.
