Dalam Dua Tahun Terakhir, PUPR Telah Menggelontorkan anggaran lebih dari Rp4 miliar untuk proyek SPAM di Luwuk Timur. Namun, krisis air belum benar-benar teratasi
BANGGAIPOST, LUKTIM – Klaim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait selesainya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Luwuk Timur masih meninggalkan tanda tanya.
Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Kabid AMAL (Air Minum dan Air Limbah), Cristopel Satolom, dalam forum mediasi di Kantor Camat Luwuk Timur, Selasa (5/5/2026)
Ia menegaskan proyek telah rampung dan kini masuk tahap pemeliharaan. Namun, klaim tersebut langsung dipatahkan warga yang menilai kondisi di lapangan jauh dari kata selesai.
“Kalau memang sudah selesai, harusnya air sudah lancar. Ini kenyataannya masih sama saja,” keluh warga.
Pantauan di lapangan menunjukkan aliran air di sejumlah titik masih tidak normal. Debit kecil, tidak stabil, dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal.
Seorang pegawai di instansi setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kondisi itu sudah berlangsung lama.
“Dari dulu sampai sekarang memang begitu, airnya kecil. Walaupun sudah ada proyek, tapi belum ada perubahan berarti,” ujarnya.
