Proyek-proyek Januari ini dikerjakan tanpa bising, tanpa pengumuman, tanpa rasa perlu diawasi. Yang terdengar hanya satu hal yang selalu konsisten: fee tetap mengalir. Ke mana, kepada siapa, dan atas dasar apa—itu urusan lain. Publik tidak perlu tahu, seolah begitu logikanya.
Mungkin inilah yang paling menyedihkan: bukan semata proyek tanpa papan, tetapi normalisasi kejanggalan itu sendiri. Ketika ketertutupan menjadi kebiasaan, dan kecurigaan dianggap cerewet, maka yang sedang rusak bukan hanya administrasi atau hukum—melainkan rasa kewargaan kita sebagai masyarakat.
Di Banggai, Januari ternyata bukan sekadar awal tahun. Ia adalah simbol bagaimana pembangunan bisa berjalan tanpa suara, tanpa wajah, dan tanpa rasa malu.
Luwuk 19/1/2026
Penulis adalah petani pisang yang kadang jadi advokat.
