Berita Utama

PROBLEMATIKA PEMUDA BANGGAI LAUT DI ERA MILENIAL

Dalam hal ini, semestinya Disdikpora memiliki konsep dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program kepemudaan berskala jangka pendek maupun jangka panjang, yakni dengan melibatkan elemen pemuda atau komunitas lain. Sayangnya, sampai saat ini menurut pengamatan penulis program-program Dinas Dikpora hanya berkutat pada rutinitas biasa dengan kegiatan-kegiatan biasa pula yang bersifat normatif, jauh dari kategori sebuah gebrakan yang merubah secara fundamental. Padahal yang dibutuhkan sekarang adalah gagasan dan terobosan yang memiliki data dobrak progresif. Sehingga program yang dicanangkan dalam mengatasi problematika sosial kepemudaan kita dapat memberikan solusi pembeda yang bisa dirasakan dari kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya.

Padahal kita ketahui bersama bahwa Indonesia saat ini memiliki bonus demografi dengan jumlah pemuda yang begitu besar. Idealnya Indonesia berada pada fase keemasan, dimana optimisme itu tumbuh bersama dengan statistik pemuda secara kuantitatif. Mindset ini mestinya difahami Kadis Dikpora secara strategis mengingat latar belakangnya sebagai seorang dosen dan pemuda. Namun sejauh ini penalaran dan lompatan pemikiran yang maju dan progresif belum nampak dan menunjukan tanda-tanda perubahan.

Bagikan: