Berita Utama

PROBLEMATIKA PEMUDA BANGGAI LAUT DI ERA MILENIAL

Kondisi ini tentunya harus mendapat perhatian dan sikap serius dari semua stakeholder. Penanganannya tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu elemen dan metode saja, melainkan harus melibatkan berbagai elemen dengan berbagai metode penyelesaian yang baik dan terstruktur. Dalam hal tanggungjawab fungsional secara mutlak pada institusi Pemerintahan Daerah melekat pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) karena diberi kewenangan regulatif dan budgeting secara teknis oleh peraturan perundang-undangan untuk merumuskan dan neningkatkan daya saing pemuda.

Dalam hal ini, semestinya Disdikpora memiliki konsep dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program kepemudaan berskala jangka pendek maupun jangka panjang, yakni dengan melibatkan elemen pemuda atau komunitas lain. Sayangnya, sampai saat ini menurut pengamatan penulis program-program Dinas Dikpora hanya berkutat pada rutinitas biasa dengan kegiatan-kegiatan biasa pula yang bersifat normatif, jauh dari kategori sebuah gebrakan yang merubah secara fundamental. Padahal yang dibutuhkan sekarang adalah gagasan dan terobosan yang memiliki data dobrak progresif. Sehingga program yang dicanangkan dalam mengatasi problematika sosial kepemudaan kita dapat memberikan solusi pembeda yang bisa dirasakan dari kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya.

Bagikan: