“Petugas kebersihan itu, ada sopir (truk sampah), ada karnet, dan petugas kebersihan yang di jalan hingga taman. Semua merupakan pahlawan lingkungan yang harus kita jaga,” kata Hidayat Monarfa, panelis dalam FGD tersebut.

Dalam sesi diskusi, petugas kebersihan menyampaikan sejumlah keluhan, diantaranya masih minimnya gaji, alat APD, dan minta ditambahnya armada atau mobil.
“Saya harap gaji dinaikkan. Kalau gaji sekarang itu, Rp1,9 juta kotor. Karena di situ (dari gaji), kami bisa pake untuk beli racun rumput sendiri, kalau sapu sudah rusak, kita beli sendiri, serok sampah beli sendiri,” cetus salah satu petugas kebersihan.
Olehnya, gaji Rp1,9 juta sangat minim, dan jauh dari kata sejahtera. Apalagi petugas kebersihan tidak mengenal hari libur, full sebulan kerja.
Hadir dalam FGD, Wakil Ketua I DPRD Banggai, Hj. Wardani Murad Husain dan dua Aleg lainnya, siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tidak hanya soal kesejahteraan, hingga armada diharap bisa memadai. (*)
