Memahami itu semua, perlu dikembangkan ‘radikalisasi’ kader sebagai usaha eksperimentatif untuk mendorong spirit kreatifitas, yang juga sebagai “transformer” nilai-nilai dan gagasan yang “humanis”. Kita tidak boleh kehilangan spirit, menjadi “penonton dan pendukung” sering menjadi “ yang ditentukan bukan menentukan” dan kitapun tenggelam dalam “kemapanan-kesiapan” semu. ###
