BANGGAIPOST, PAGIMANA โ Dugaan pencemaran lumpur ore di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, mulai mengarah pada aktivitas pertambangan milik PT Penta Dharma Karsa. Lumpur berwarna kecoklatan yang diduga berasal dari area konsesi tambang disebut telah masuk ke lahan pertanian dan saluran irigasi warga hingga memicu keresahan petani.
Sebelumnya, warga dan kelompok tani di Desa Siuna mengeluhkan kondisi sawah yang dipenuhi lumpur. Air irigasi yang biasanya jernih berubah keruh diduga akibat material limbah ore yang terbawa aliran air ke area persawahan.
Ketua Kelompok Tani, Komang Merta, menyebut sekitar 10 hektare sawah milik kelompok tani terdampak lumpur limbah. Tanaman padi yang baru berusia sekitar 1,5 bulan disebut terancam rusak dan gagal panen.
โKalau begini terus petani bisa susah. Padi bisa gagal panen,โ ujarnya dalam video yang beredar.
Saat dikonfirmasi Banggaipost terkait dugaan pencemaran tersebut, salah satu pihak internal PT Penta Dharma Karsa mengakui persoalan itu masih dalam penanganan tim teknis perusahaan.
โMasih dalam penanganan pak oleh tim teknis dan sedang dalam tahap pembenahan. Belum bisa saya jawab, terima kasih. Bukan kapasitas saya untuk menjawab,โ tulis pihak perusahaan, Kamis (21/5/2026).
