Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari manajemen PT Penta terkait penyebab pasti lumpur ore masuk ke area pertanian warga maupun langkah teknis penanganan yang dilakukan perusahaan.
Warga menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dikhawatirkan merusak lahan pertanian masyarakat dan mengganggu sumber penghidupan petani.
“Sejauh ini belum ada langkah nyata penanganan limbah. Padahal di lapangan sudah jelas lumpur ore masuk ke areal lahan dan pasti berdampak pada tanaman,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun melakukan pengecekan lapangan guna memastikan sumber pencemaran dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.(Alin)
