- 2021: target Rp233,6 miliar → realisasi Rp190,46 miliar
- 2022: target Rp248,9 miliar → realisasi Rp217,6 miliar
- 2023: target Rp239,36 miliar → realisasi Rp216,32 miliar
- 2024: target Rp253,31 miliar → realisasi Rp232,4 miliar
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banggai, Lesmana Kulab, menegaskan bahwa rendahnya realisasi PAD bukan disebabkan kebocoran, melainkan faktor target yang dinilai cukup tinggi serta kondisi pasar.
Menurutnya, sumber PAD Kominfo sangat terbatas, hanya berasal dari retribusi pemanfaatan videotron dan billboard yang sangat bergantung pada minat pemasang iklan.
“Pendapatan kita hanya dari sewa videotron dan billboard. Kalau pengguna tidak sesuai target, otomatis realisasi juga tidak akan tercapai,” ujarnya.
Ia juga menyebut target yang ditetapkan Bapenda relatif tinggi dibandingkan potensi riil di lapangan, sehingga menjadi kendala dalam pencapaian setiap tahun.
Lebih lanjut, Lesmana memastikan pengelolaan retribusi telah melalui evaluasi rutin dan tidak ditemukan permasalahan.
“Setiap tahun itu selalu dievaluasi, dan sejauh ini tidak ada masalah dalam pengelolaannya,” tegasnya.
Isu ini menjadi pengingat pentingnya sinkronisasi antara penetapan target dan potensi riil, agar capaian PAD tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga realistis dan terukur. (Alin)
