Kini, harapan mereka sederhana. Mereka meminta Dinas Pertanian Kabupaten Banggai dan UPT Pertanian Luwuk Timur turun langsung melihat kondisi di lapangan, memperbarui data lahan yang gagal panen, memperkuat pengendalian hama, mempermudah akses subsidi pupuk, benih, dan solar, serta menyalurkan bantuan darurat agar petani dapat kembali menanam.
Sebab, bagi mereka, sawah bukan hanya tempat mencari nafkah. Sawah adalah sumber kehidupan keluarga. Ketika sawah gagal menghasilkan, bukan hanya padi yang hilang, tetapi juga harapan untuk menyambut musim tanam berikutnya. “Kami hanya ingin bisa bertani dengan tenang dan menikmati hasil kerja kami,” tutup salah seorang petani.(*)
