Berita Utama

Jembatan Rp4 Miliar di Baya Disorot, Cat Baru 3 Bulan Sudah Pudar


Wakil Ketua I DPRD Banggai kritik kualitas finishing hingga kondisi oprit yang dinilai belum sesuai standar teknis


BANGGAIPOST, Luwuk Timur โ€” Proyek pembangunan Jembatan Desa Baya, Kecamatan Luwuk Timur yang menelan anggaran lebih dari Rp4 miliar kini menjadi sorotan tajam. Baru sekitar tiga bulan rampung dikerjakan, cat pada sejumlah bagian besi pengaman (railing) jembatan dilaporkan sudah memudar.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik terhadap kualitas pengerjaan proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Banggai itu.

Sorotan mencuat saat Wakil Ketua I DPRD Banggai, Wardani Murad Husain melakukan reses di lokasi proyek, Senin, 11 Mei 2026. Dalam peninjauannya, politisi Fraksi Gerindra itu menilai kualitas finishing proyek jauh dari harapan untuk ukuran pekerjaan bernilai miliaran rupiah.

โ€œBaru selesai dikerjakan tapi catnya sudah mulai pudar. Harusnya proyek dengan anggaran sebesar ini kualitas pekerjaannya benar-benar dijaga,โ€ tegasnya.

Tak hanya soal cat yang memudar, Wardani juga menyoroti kondisi oprit jembatan yang dinilai belum memenuhi standar teknis. Timbunan di sisi oprit terlihat belum rata dan dikhawatirkan mudah tergerus saat musim penghujan.

โ€œOprit seharusnya dipadatkan menggunakan Bomag agar material tidak mudah hanyut terbawa air. Kalau seperti ini, kualitas pekerjaan patut dipertanyakan,โ€ ujarnya.

Bagikan: