Investigation Reporting

Jejak “Mahar” di Balik Bantuan Alsintan Banggai

Rp150 juta untuk sebuah combine harvester? Angka itu muncul dari pengakuan seorang petani di Batui Selatan kepada Menteri Pertanian. Jika bantuan alsintan memang gratis, lalu dari mana angka Rp150 juta itu datang? BanggaiPost menelusuri jejaknya: jalur bantuan, kelompok penerima, dugaan peran broker, hingga titik yang kini berada di tangan aparat untuk diuji.


LUWUK, BANGGAIPOST.COM


Rp150 juta. Angka itu disebut seorang petani di Kecamatan Batui Selatan ketika berbicara langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kamis (10/9/2026). Uangnya disebut sebagai syarat untuk mendapatkan combine harvester, alat mesin pertanian yang semestinya diberikan kepada petani penerima tanpa pungutan.

Respons Mentan tak kalah tegas. Ia meminta aparat kepolisian menindaklanjuti informasi tersebut dan menangkap pihak yang terbukti meminta uang.

Dari sini, persoalannya menjadi lebih besar dari sekadar cerita seorang petani.

Siapa yang menawarkan alat itu? Dari mana sumber bantuannya? Siapa penerimanya? Dan ke mana Rp150 juta itu harus disetorkan?

BanggaiPost menemukan informasi bahwa distribusi alsintan di Banggai berjalan melalui lebih dari satu jalur.

Bagikan: