Berita Utama

“Ibu Kandung” yang Diminta Dibahagiakan, tapi Pelayanan Dasar Warganya Masih Tertatih

Di balik metafora menyentuh Gubernur, masih tersisa pekerjaan rumah besar soal air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan.


BANGGAIPOST, LUWUK – Pidato Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada puncak peringatan HUT ke-66 Kabupaten Kabupaten Banggai menyisakan pesan yang menyentuh sekaligus mengundang ruang refleksi.

Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati kawasan RTH Teluk Lalong, Gubernur menyebut Banggai sebagai “ibu kandung” masyarakat Sulawesi Tengah.

“Dari rahim daerah ini lahir Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Daerah ini juga telah melahirkan banyak pemimpin. Sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan dan rasa syukur kepada ibu kita yang genap berusia 66 tahun.”

Ia kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong membahagiakan Kabupaten Banggai sebagai bentuk penghormatan terhadap daerah yang disebutnya sebagai “ibu kandung”.

Ungkapan itu terdengar indah. Emosional. Sarat makna sejarah.

Namun, ketika tepuk tangan usai dan pesta rakyat berakhir, masyarakat kembali dihadapkan pada kenyataan yang jauh lebih membumi: pelayanan dasar yang hingga kini belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga.

Memang, berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banggai tahun 2025 mencapai 73,44, angka yang tergolong cukup baik dan berada di atas sejumlah kabupaten lain di Sulawesi Tengah. IPM tersebut menunjukkan adanya kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Bagikan: