Metafora “ibu kandung” akan memiliki makna yang jauh lebih kuat apabila dibarengi keberanian mempercepat penyelesaian persoalan pelayanan dasar. Sebab penghormatan kepada sebuah daerah bukan hanya diwujudkan melalui kata-kata, melainkan melalui kebijakan yang menghadirkan kesejahteraan.
Masyarakat Banggai tentu siap bergotong royong membangun daerahnya. Namun masyarakat juga berhak berharap agar pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Sebab cara terbaik membahagiakan “ibu kandung” bukan sekadar merayakan ulang tahunnya, melainkan memastikan seluruh anak-anaknya hidup lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sejahtera.(RBP)
