Berita Utama

“Ibu Kandung” yang Diminta Dibahagiakan, tapi Pelayanan Dasar Warganya Masih Tertatih

Tetapi angka statistik tidak selalu mampu menggambarkan seluruh realitas di lapangan.

Di berbagai wilayah pesisir, kepulauan, hingga desa-desa pedalaman, masih terdapat keluhan mengenai akses air bersih, keterbatasan layanan kesehatan, hingga mutu pendidikan yang belum merata. Warga masih harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh pelayanan medis, sementara persoalan infrastruktur dasar di sejumlah kawasan belum sepenuhnya terselesaikan.

Ironinya, di tengah berbagai persoalan tersebut, masyarakat justru diajak untuk “membahagiakan ibu kandung”.

Pertanyaannya, bukankah tugas utama pemerintah terlebih dahulu memastikan “ibu kandung” itu benar-benar mampu melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya?

Pembangunan sejatinya bukan hanya diukur dari kemeriahan perayaan, megahnya panggung, atau spektakulernya pertunjukan drone di langit Teluk Lalong. Ukuran sesungguhnya adalah apakah warga semakin mudah memperoleh air bersih, apakah anak-anak mendapat pendidikan yang layak, dan apakah masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.

Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui berbagai inisiatif, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan, patut diapresiasi. Namun keberhasilan program tidak cukup dinilai dari peluncurannya, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat hingga ke desa-desa.

Bagikan: