Gelombang panas ekstrem yang disertai angin kencang memicu kebakaran hutan berskala besar di Prancis dan Spanyol. Hingga Minggu (26/7/2026), petugas pemadam kebakaran masih berjuang mengendalikan puluhan titik api yang terus meluas, sementara lebih dari 300 ribu orang terpaksa mengungsi atau berlindung demi keselamatan.
Kebakaran yang melanda kedua negara itu menjadi salah satu bencana terbesar di Eropa musim panas tahun ini. Cuaca yang sangat panas dan kondisi vegetasi yang kering membuat api menyebar dengan sangat cepat, bahkan memunculkan titik-titik kebakaran baru meski sebagian wilayah telah berhasil dikendalikan.
Di Spanyol, kebakaran besar terjadi di sekitar Madrid, Toledo, Ávila hingga wilayah pesisir Valencia. Meski beberapa titik di pegunungan barat Madrid berhasil dikendalikan selama malam hari, kobaran api masih terus bergerak menuju wilayah lain.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut skala bencana tersebut sangat sulit dibayangkan. “Skala krisis ini sangat sulit untuk dipahami,” ujarnya dikutip Banggai Post dari The New York Times
Dalam waktu 24 jam saja, sekitar 20.000 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar, luas yang bahkan melebihi wilayah District of Columbia di Amerika Serikat.
Korban jiwa di Spanyol bertambah menjadi sedikitnya dua orang, masing-masing di Castellón dan Manises, Valencia.
