Tuty menegaskan bahwa politik santun harus terus digaungkan oleh pendukungnya. “Pasangan kami mungkin yang paling siap maju. Tadi Pak Richard sudah sampaikan visi, misi dan program yang akan dijalankan. Saya hanya ingin mengingatkan, berpolitik lah secara santun, jangan ada ujaran kebencian. Hargai perbedaan pilihan,” tegas Wakil Bupati Balut ini.
Agar suasana penuh keakraban, Tuty Hamid membawakan sebuah lagu “tangan tak sampai”, yang sudah diubah liriknya. “Biarlah merah menjadi biru, jangan mengharapkan menjadi putih,” ucap Tuty, diiringi tepuk riuh hadirin.
Tokoh masyarakat Tinakin, Patwan Kuba, memberikan apresiasi atas kunjungan Tuty-Richard ke wilayahnya. “Atas nama warga, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Tuty, Pak Richard dan Tim. Padahal mereka pasti lelah setelah seharian mendaftar di KPUD,” katanya.
Membludaknya warga yang hadir, tambah Patwan, tidak pernah terjadi saat kandidat lain sosialisasi di Tinakin. “Hampir 90 persen warga hadir disini. Mereka sangat rindu dengan Tuty-Richard. Kita akan berjuang 9 Desember nanti paslon peroleh suara signifikan di desa ini,” tutup anggota DPRD Balut dari Partai Demokrat ini. (IK)
