Berita Utama

Di Balik Hutan Poso yang Bergemuruh: Kepemimpinan Helmi Kwarta dalam Operasi Tinombala

Upaya tersebut mencapai titik penting pada 18 Juli 2016, ketika Santoso berhasil dilumpuhkan dalam baku tembak di wilayah Poso Pesisir. Operasi kemudian berlanjut hingga 2017, menekan kekuatan kelompok bersenjata, menyita logistik, serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat.

Di balik keberhasilan itu, ketelitian, keberanian, dan kepemimpinan Helmi menjadi salah satu fondasi penting—sebuah catatan yang kemudian menguatkan reputasinya sebagai perwira reserse yang tangguh.

Putra Daerah dengan Rekam Jejak Prestasi

Lahir di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada 8 Mei 1971, Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf adalah potret putra daerah yang ditempa oleh pengalaman panjang dan kembali mengabdi untuk tanah kelahirannya.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang matang di bidang reserse—sektor yang menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas hukum dan keamanan.

Kariernya terbentang luas di berbagai wilayah dengan karakter tantangan yang berbeda. Ia pernah menjabat Kapolres Bener Meriah dan Kapolres Aceh Singkil, sebelum menapaki sejumlah posisi strategis, mulai dari Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kepulauan Riau, Dirreskrimum Polda Sulteng, hingga berbagai jabatan penting lain di tingkat Polda dan Mabes Polri. Puncaknya, ia dipercaya sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri pada 2024, sebelum kembali ke daerah sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah pada 11 November 2024 dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Bagikan: