Memasuki era 1980-an, usaha Murad Husain berkembang. Ia mulai merambah dunia kontraktor dan pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek besar yang pernah dikerjakan adalah ruas jalan Uwekuli–Ampana pada tahun 1991.
Proyek sepanjang lebih dari 100 kilometer itu bahkan membuat Murad Husain mendapat penghargaan dari Menteri Pekerjaan Umum karena berhasil menyelesaikannya dalam beberapa tahun anggaran.
“Beliau banyak membangun ruas jalan dan jembatan, termasuk Jembatan Bongka,” kata Sulianti.
Tidak berhenti di situ, Murad Husain kembali mengembangkan usaha ke sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Namun kondisi politik dan ekonomi nasional yang tidak stabil menjelang reformasi membuat dunia usaha saat itu penuh tantangan.
Di tengah situasi tersebut, Murad Husain mengambil keputusan besar. Pada tahun 1997, ia mulai beralih ke usaha perkebunan kelapa sawit yang kemudian berkembang menjadi Kurnia Luwuk Sejati (KLS).
“Jadi jangan hanya melihat beliau sudah berhasil. Perjalanannya panjang sekali. Selama kurang lebih 60 tahun beliau bekerja keras. Berkali-kali jatuh bangun dan sempat hampir putus asa, tapi tetap bangkit. Ada jalan Allah berikan,” tutur Sulianti.
