Tidak hanya itu, untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan, tepatnya pada 21 Januari 1998 Murad Husain juga turut menyumbangkan 10 ribu dolar miliknya secara cuma-cuma.
Aksi sang dermawan itu sontak memantik simpati publik di seantero negeri ini. Tak terkecuali dari kalangan media.
“Saat diwawancarai media tentang alasan menyumbangkan dolarnya, bapak menjawab sederhana, bahwa sesungguhnya ia telah diuntungkan oleh negara, karena telah memberi peluang bisnis. Sekarang negara memerlukan bantuan, ya kita harus berikan,”Tutur Sulianti mengenang Almarhum.
Pengorbanan yang dilakukan tanpa pamrih ternyata berbuah keberkahan-membuka akses. PT.KLS pun semakin dikenal luas dan berkembang.
“Alhamdulillah, sampai saat ini diusia perusahaan sudah setengah abad, PT KLS masih tetap eksis. Ini adalah berkah yang selalu kita syukuri,”ucapnya.
Di luar dunia bisnis, Murad Husain juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Salah satu kontribusinya yang masih dirasakan masyarakat hingga kini adalah keterlibatan dalam pembangunan kawasan Masjid Agung An Nur Luwuk.
Menurut Sulianti, saat itu pemerintah daerah belum memiliki anggaran untuk melakukan penimbunan kawasan yang masih berupa rawa. Murad Husain kemudian membantu melakukan pekerjaan tersebut.
“Masjid Agung, DPRD, SPBU hingga ruko-ruko di kawasan itu ditimbun oleh beliau. Pembayarannya bukan uang, tetapi tanah,” ungkapnya.
