Berita Utama

Cerita Sulianti Murad: Perjuangan Sang Ayah Dirikan KLS, Dari Karyawan hingga Jadi Pengusaha Sukses

CEO PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) Hj. Sulianti Murad saat tampil di Podcast Ngobrol Pikirian (Ngopi) Bareng PWI Banggai.[Foto:Ist]

Pada era 1970-an, Murad Husain datang ke Luwuk. Saat itu kondisi kota masih sangat sederhana.

Ia tinggal di rumah kontrakan di kawasan Jalan Nyiur dan bekerja sebagai karyawan yang membeli hasil bumi, terutama kopra, dari wilayah Luwuk dan pulau-pulau sekitar untuk dijual kembali ke Surabaya. Usaha itu dijalani hingga sekitar tahun 1976.

Berbekal pengalaman dan keberanian, Murad Husain akhirnya memutuskan mandiri dan mendirikan CV Kurnia, cikal bakal KLS saat ini.

“Awalnya memang hanya usaha kopra. Modal usaha juga pinjam dari Bank Dagang Negara (Yang saat ini bernama Bank Mandiri). Kepala bank waktu itu percaya dan memberikan pinjaman modal kepada beliau,” cerita Sulianti.

Kepercayaan itulah yang kemudian terus diingat Murad Husain sepanjang hidupnya. Meski banyak tawaran dari bank lain dengan berbagai kemudahan, ia tetap setia menjadi nasabah Bank Mandiri karena merasa tidak melupakan jasa pihak yang pertama kali membantunya membangun usaha.

Memasuki era 1980-an, usaha Murad Husain berkembang. Ia mulai merambah dunia kontraktor dan pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek besar yang pernah dikerjakan adalah ruas jalan Uwekuli–Ampana pada tahun 1991.

Bagikan: