Penelusuran BanggaiPost.com terhadap sejumlah dokumen publik yang tersedia hingga saat ini juga belum menemukan laporan evaluasi komprehensif yang memuat rincian penghitungan efisiensi sebagaimana diklaim.
Padahal, transparansi data merupakan salah satu unsur penting dalam menilai keberhasilan sebuah inovasi pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dan kualitas kebijakan publik.
Di sisi lain, inovasi SATU NASKAH dinilai memiliki sejumlah manfaat. Sistem ini disebut mengintegrasikan penyusunan naskah akademik, menyediakan bank data kajian, serta menghadirkan pendampingan tenaga ahli sehingga dapat mengurangi duplikasi pekerjaan antarorganisasi perangkat daerah.
Namun pertanyaan publik tidak hanya berhenti pada aspek efisiensi anggaran. Yang lebih penting adalah sejauh mana naskah akademik yang dihasilkan benar-benar menjadi dasar kebijakan yang berdampak terhadap pembangunan daerah.
Analis Kebijakan, Nadjamuddin Mointang, menilai ukuran keberhasilan SATU NASKAH tidak cukup hanya dilihat dari jumlah dokumen yang berhasil disusun atau jumlah regulasi yang diterbitkan.
“Jika memang terjadi efisiensi hingga 75 persen, maka itu merupakan capaian yang sangat baik. Namun agar dapat menjadi contoh bagi daerah lain, perhitungannya perlu dibuka secara transparan sehingga bisa diuji dan diverifikasi,” ujar Nadjamuddin, Minggu (21/6/2026).
