PAGIMANA, BANGGAIPOST.COM
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di Kecamatan Pagimana dikeluhkan warga Dusun II Pulau Tembang, Desa Samajatem. Meski memiliki mesin diesel, masyarakat setempat kesulitan mengoperasikannya karena biosolar mahal dan sulit diperoleh.
Pulau seluas sekitar 40 hektare itu belum terhubung dengan jaringan listrik PLN. Warga mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. “Sebetulnya kita punya mesin diesel. Tapi bahan bakar berupa biosolar sangat mahal dan juga langka,” kata Romiyanto, warga setempat, Sabtu (10/10/2026).
Romiyanto menyampaikan keluhan tersebut menyusul pemberitaan dugaan penyelundupan BBM jenis biosolar yang kini ditangani Polda Sulawesi Tengah. Ia berharap aparat serius mengusut praktik ilegal yang diduga turut memengaruhi ketersediaan BBM bersubsidi.
“Pantas saja kita sulit dapatkan biosolar. Kami berharap aparat benar-benar serius memberantas praktik seperti ini, agar biosolar bisa kembali normal,” ujarnya. Di media sosial, dugaan penyalahgunaan biosolar juga ramai dibahas. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan kebutuhan industri ekstraktif, termasuk pertambangan nikel.
“Pasti dibawa ke tambang nikel,” tulis seorang warganet. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pembuktian. Warganet lainnya mempertanyakan kemungkinan adanya keterlibatan oknum dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. “Kami tahu tapi kami diam,” tulis warganet lainnya.
