Berita Utama

Anwar–Hadianto 2030? Skenario “Dream Team” Mulai Dibicarakan

Apabila Hadianto benar-benar bergabung dengan Gerindra, maka terbuka peluang terbangunnya poros Demokrat-Gerindra. Demokrat saat ini merupakan kendaraan politik Anwar Hafid, sedangkan Gerindra memiliki struktur organisasi yang relatif solid di Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Longki Djanggola.

Koalisi dua partai tersebut berpotensi menjadi kekuatan besar apabila mampu menjaga soliditas hingga mendekati Pilgub 2030.

Namun menurut pengamat, sejumlah tantangan tetap membayangi skenario tersebut.

Pertama, belum ada sinyal politik resmi dari Anwar Hafid maupun Hadianto Rasyid terkait kemungkinan berpasangan pada 2030. Bahkan arah politik Hadianto sendiri masih menjadi tanda tanya.

Kedua, politik bersifat dinamis. Kepentingan partai, hasil Pemilu 2029, hingga munculnya figur baru dapat mengubah konfigurasi yang ada saat ini.

Ketiga, duet dua tokoh besar juga membutuhkan harmonisasi hubungan politik yang tidak sederhana. Potensi rivalitas internal maupun tarik-menarik kepentingan elite partai tetap menjadi variabel yang harus diperhitungkan.

Meski demikian, berkembangnya wacana Anwar-Hadianto menunjukkan bahwa Pilgub Sulawesi Tengah 2030 mulai menjadi perbincangan serius jauh sebelum tahapan resmi dimulai.

Jika sebelumnya publik melihat keduanya sebagai calon pesaing, kini muncul kemungkinan lain: dua figur dengan basis kekuatan berbeda justru dipersatukan dalam satu tiket politik.

Apakah skenario itu akan benar-benar terwujud atau hanya menjadi bagian dari dinamika politik awal?

Bagikan: