Anwar Hafid dikenal memiliki basis pengaruh kuat di wilayah timur Sulawesi Tengah. Pengalamannya sebagai mantan Bupati Morowali dua periode hingga kini menjabat Gubernur Sulawesi Tengah memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di kawasan tersebut.
Sementara itu, Hadianto Rasyid dianggap memiliki kekuatan signifikan di Kota Palu dan wilayah barat Sulawesi Tengah. Statusnya sebagai Wali Kota Palu dua periode menjadikannya figur dengan tingkat popularitas dan pengenalan publik yang tinggi.
Tak hanya faktor wilayah, duet ini juga dinilai memenuhi keseimbangan representasi etnis yang selama ini kerap menjadi pertimbangan dalam politik lokal. Anwar Hafid berasal dari latar belakang Bugis, sementara Hadianto Rasyid selama ini dipersepsikan merepresentasikan kelompok non-Kaili di wilayah perkotaan.
“Secara teori politik lokal, ini bisa disebut sebagai pasangan yang hampir memenuhi seluruh variabel kemenangan. Timur-Barat terwakili, figur petahana bertemu figur populer, ditambah potensi dukungan mesin partai besar,” ujar seorang pengamat politik di Luwuk (21/6/2026).
Skenario tersebut semakin menarik jika dikaitkan dengan isu kepindahan Hadianto ke Partai Gerindra pasca-mundur dari Hanura.
