“Kami akan terus memperbaiki. Kami sudah mengambil data semua bidan termasuk dokrer Kris. Pasien masuk 21:57 WITA pada Minggu di IGD dan diperiksa laporan bidan masih ada denyut jantung, yang menaggani dr Kris,”ungkapnya.
Selanjutnya, dokter Kris menginstruksikan operasi pada hari Senin. Sekitar 16:30, pasien mengeluh pecah ketuban dan ada cairan hijau. Jam 18:15, operasi sesar dilakukan. Dan bayi sudah dalam keadaan meninggal.
“Dari tanda tanda yang ada, bayi meninggal sebelum operasi. Pada Senin dijalankan autopsi, tapi belum keluar hasil autopsi,”tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan dr.I Wayan Suartika dalam rapat itupun memberi penjelasan. Dikatakan, pasien dalam data pemeriksaan pada bidan Desa Karya Jaya Kecamatan Moilong, memiliki kelainan kehamilan. Sehingga disarankan ke dokter ahli. (NS)
