DPM-PTSP Banggai Laut Gelar Bimtek Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

BANGGAI POST, BALUT– Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Banggai Laut menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko pada pelaku usaha di Gedung Labotan Sosodek, Selasa (11/07). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II), Teti.

Pada kegiatan tersebut ketua Panitia pelaksana Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal, Samiang, SE., M.A.P,  dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan ini yaitu, Peningkatan Realisasi Investasi Sebagai Barometer, Perkembangan Investasi dengan sasaran,

Meningkatnya Jumlah Pelaku Usaha yang Memiliki Perizinan Berusaha, Meningkatnya Jumlah pelaporan Kegiatan penanaman Modal Pelaku Usaha Kualitasi Penanaman Modal, Menindaklanjuti Hasil Rakornas Investasi TA 2022 yang disepakati Bersama antara BKPM RI, DPMPTSP Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Melaksanakan konsolidasi secara menyeluruh dengan pola pembagian kelompok untuk menghasilkan konsep perencanaan dan pelaksanaan penanaman modal yang berkesinambungan, Terbangunnya kesamaan persepsi dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan kualitas fungsi pelayanan yang berbasis IT serta meningkatkan realisasi investasi Kabupaten banggai Laut di Sulawesi Tengah , Mendapatkan solusi/masukan terhadap permasalahan investasi di daerah.

Adapun hasil yang ingin di capai dalam pelaksanaan bimtek tersebut yakni Meningkatkan Persepsi Pemda Terhadap Laporan Kegiatan Penanaman Modal, Memperoleh data realisasi Penanaman modal yang akurat, Memfasilitasi Pencapaian proyek / Kontruksi Investasi, Melakukan Bimbingan & Konsultasi Langsung dengan pelaku Usaha, Melakukan Dialog guna Memfasilitasi Penyelesaian masalah & Hambatan yang dihadapi Pelaku Usaha, Menghindari Kegiatan penanaman Modal Fiskal (Investasi Bodong).

Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten II, Teti, memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, Kabupaten Banggai Laut bersama seluruh jajarannya yang telah melaksanakan kegiatan bimtek tersebut.

“Alhamdulilah Kabupaten Banggai Laut sudah ke 3 (tiga) kalinya mendapatkan anggaran dana alokasi khusus fasilitasi penanaman modal,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dana alokasi khusus nonfisik fasilitasi penanaman modal adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, dan dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan fasilitasi penanaman modal, yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional melalui program pengendalian pelaksanaan penanaman modal dengan kegiatan mencakup pengawasan, bimbingan teknis pelaku usaha serta fasilitasi penyelesaian permasalahan.

Adapun kegiatan bimbingan teknis ini kata Bupati Sofyan dalam sambutan tertulisnya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha tentang penanama modal sesuai ketentuan yang berlaku serta kepatuhan dalam pelaksanaan perizinan berusaha. Pemahaman tentang pelaporan kegiatan penanaman modal yang kita kenal dengan LKPM.

“Sehingga laporan ini bertujuan, agar stakholder mengetahui besaran investasi penanaman modal yang berada di kabupaten Banggai Laut,” terangnya.

Pelaksanaan bimtek yang diikuti para investor dan pelaku usaha pada dasarnya bertujuan agar sistem yang memudahkan ini bisa tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, utamanya media massa.

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Banggai Laut, sudah menggunakan aplikasi OSS dan LKPM secara online.  “Saya berharap bimtek seperti ini tidak dilakukan hanya sekali ini saja, tetapi harus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tutupnya.

Untuk diketahui, sesuai dengan hasil rapat koordinasi penanaman modal pencapaian realisasi investasi tahun 2022 Kabupaten Banggai Laut melebihi target yang ditentukan oleh Dinas PM-PTSP Provinsi Sulawesi Tengah, dimana dengan target 22 Miliar pencapaian realisasi investasi yaitu 33 Miliar. Adapun hasil rakor target realisasi investasi yang diberikan untuk tahun 2023, yaitu sebesar 20 m dengan persentase peningkatan yaitu 52 % dari target tahun 2022. (IK)