Evaluasi nasional Kejaksaan pada Agustus 2026 juga menekankan bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui kata-kata, melainkan melalui konsistensi tindakan, keteladanan, profesionalisme dan pelayanan nyata. Orientasi reformasi birokrasi pun dituntut bergeser dari sekadar pemenuhan administratif menuju pembuktian dampak atau outcome.
Dalam konteks itulah, verifikasi WBBM JAMINTEL memiliki makna lebih luas.
Intelijen boleh bekerja dalam senyap, tetapi dampak positifnya tidak boleh senyap.
Keberhasilan pemberantasan mafia tanah, pengamanan investasi, Jaga Desa maupun pencegahan berbagai ancaman harus mampu menunjukkan bahwa fungsi intelijen benar-benar bergerak menjadi kekuatan preventif yang menjaga pembangunan, melindungi kepentingan negara dan memperkuat integritas aparatur.
Akhirnya, WBBM bukan sekadar predikat bagi JAMINTEL. Predikat tersebut merupakan pembuktian bahwa di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap Kejaksaan, institusi mampu menjaga integritas, bekerja profesional, mengawal kepentingan negara dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(Rbp)
