BTS Banggai Laut Mulai dikerjakan, Bupati Lakukan Peletakan Batu Pertama 

PEMBANGUNAN BTS : Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa bersama Wakil Bupati Banggai Laut dan Pihak pelaksana PT. fiberhome Technologies Sulawesi Zona B Indonesia saat melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan BTS Induk di wilayah Kabupaten Banggai Laut. (FOTO MOHAMAD IKBAL/BANGGAI POST)

 

BANGGAI POST, BALUT- Base Transceiver Sation (BTS) POI Banggai sebagai BTS induk wilayah Kabupaten Banggai Laut mulai dikerjakan. Peletakan batu pertama pembangunan BTS yang terletak di dusun Lelang Desa Kokini kecamatan Banggai itu dihadiri langsung Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa. Turut hadir Wakil Bupati Ablit H Ilyas, Wakil Ketua I DPRD Patwan Kuba, Kepala-kepala OPD di lingkup Pemkab Banggai Laut dan pihak pelaksana PT. fiberhome Technologies Sulawesi Zona B Indonesia, Selasa (9/11).

Bupati Sofyan Kaepa dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat desa Kokini yang telah mewakafkan lahannya atas Pembangunan BTS. Dan pembangunan BTS di kabupaten Banggai Laut sebagai salah satu bukti perhatian pemerintah pemerintah pusat melalui kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo).
“Dengan adanya pembangunan tower BTS maka masyarakat Banggai Laut bisa menikmati kemerdekaan komunikasi,” kata Bupati.

Disamping itu, Bupati Sofyan juga mengatakan, dengan ada tower BTS yang dibangun di 34 desa empat kecamatan akan menjadikan perekenomian masyarakat meningkat. Dirinya menjelaskan, bahwa selama ini hasil perikanan lebih banyak dibawa keluar daerah karna tidak ada informasi yang cepat.
“Jika ini sudah terbangun, masyarakat nelayan kita yang ada di Kecamatan Bokan, Bangkurung dan Labobo, yang ingin menjual hasil lautnya tinggal berkomunikasi langsung. Daripada dibawa ke luar daerah yang berisiko lebih baik dibawa ke Banggai,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PT. fiberhome Technologies Sulawesi Zona B Indonesia, Firman Aritoa dalam sambutannya menyampaikan, bahwa BTS yang dibangun di Desa Kokini merupakan induk dari 33 BTS lainnya. Sehingga perlu untuk dijaga oleh masyarakat. Karna setelah selesai dibangun maka tower akan menjadi milik masyarakat Banggai Laut.
“Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk menjaga BTS ini. Karna kalau ini rusak atau bermasalah maka 33 tower lainnya akan mengalami gangguan,” terangnya.

Adapun 34 desa-desa yang mendapat pembangunan tower BTS. Desa Kanari, Kasuari, Togong Sagu, Taduno, Lalong, Nggasuang, Poi-Banggai Kokini (Induk BTS), Mansalean, Paisulamo, Alasan, Pososlalongo, Toropot, Tolokibit, Labuan Kapelak, Kokudang, Minanga, Kelapa Lima, Ndindibung, Mbuang-Mbuang, Mandel, Bolokut, Padingkian, Bontosi, Lantibung, Bone-Bone, Kalupapi, Dungkean, Sasabobok, Bungin Luean, Mbelang, Paisubebe, Malino Padas, Kaukes dan Panapat. (IK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *