Lembaga tersebut pernah menggelar sosialisasi kepada masyarakat di kawasan Pantai Talise pada Desember 2020 untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya. Papan peringatan tentang habitat buaya juga dipasang di sejumlah titik pesisir Sungai Palu dan Teluk Palu.
Selain itu, BKSDA juga mengadakan rapat koordinasi penanganan satwa liar di Teluk Palu pada April 2025 guna menyusun strategi bersama dalam mengurangi risiko konflik.
Pemantauan populasi buaya pun terus dilakukan, termasuk melalui penelitian lapangan dan penggunaan kamera pengawas pada beberapa lokasi yang dianggap sebagai titik aktivitas buaya.
Video viral yang beredar di media sosial kali ini menjadi pengingat bahwa Sungai Palu bukan sekadar ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga habitat alami satwa liar yang dilindungi.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun pesisir Teluk Palu, menghindari berenang atau memancing di lokasi yang telah dipasangi tanda peringatan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan buaya yang memasuki area permukiman.
Keberadaan buaya di Sungai Palu pada akhirnya bukan hanya soal viral di media sosial, melainkan tantangan bersama untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan manusia dan kelestarian satwa liar yang telah lama menghuni wilayah tersebut.(Alin/RBP)
