BANGGAIPOST LUWUK – Kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram di wilayah Luwuk, Kabupaten Banggai, terus menuai sorotan. Kali ini, perhatian datang dari H. Samiun L. Agi yang menyampaikan pandangannya melalui media sosial.
Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa upaya penindakan seperti penyitaan gas yang selama ini dilakukan belum menyentuh akar persoalan. Menurutnya, langkah tersebut bukan solusi utama dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga LPG di tengah masyarakat.
“Penyitaan saja bukan solusi. Harus ditelusuri dari mana gas itu berasal hingga ke sumber pertama, supaya jelas alurnya,” tulisnya.
Ia menegaskan pentingnya penelusuran rantai distribusi secara menyeluruh guna mengetahui kronologis peredaran gas, sekaligus mengidentifikasi potensi penyimpangan seperti penimbunan maupun penjualan di luar jalur resmi.
Selain itu, ia juga mendorong pengawasan ketat terhadap pemasok utama. Menurutnya, kuota distribusi harus diawasi dengan jelas, termasuk berapa jumlah gas yang disalurkan dan didistribusikan ke agen resmi di Kabupaten Banggai.
“Pengawasan harus diperketat, agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk penjualan liar,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung perbedaan harga yang cukup mencolok antara daerah. Sebagai perbandingan, harga gas elpiji 5 kilogram di Kota Palu disebut berkisar Rp135.000, sementara di Luwuk bisa mencapai Rp185.000.
